Rubuhkan Tiang Billboard di Batu 6 BanganSiapiapi Dengan Alat Berat,Pemkab Rohil Dilaporkan Kepolisi

Daerah, Kriminal, Terbaru148 Dilihat

eksposekasus.com-PEKANBARU-Beberapa hari terakhir, situasi perpolitikan di Kabupaten Rokan Hilir sempat membuat riuh provinsi Riau.

Hal ini dikarenakan terjadinya pembongkaran tiang reklame yang terletak di Simpang Gong Bagan Siapi – Api, yang diduga dilakukan oleh Pemkab Rohil melalui Satpol PP.

Terhadap hal ini, pengusaha pemilik tiang reklame tersebut Masril Hudarisman akhirnya angkat bicara.

Masril menjelaskan, runutan persoalan tersebut awalnya bermula pada Rusmanita caleg DPRD Provinsi Riau dari Nasdem, terlebih dahulu menjalin kontrak kerjasama bisnis dengan pihaknya untuk memasang baliho di billboard tersebut.

Dengan kontrak dua bulan penayangan sampai selesai masa kampanye Pemilu 2024 atau 10 Februari 2024. Setelah satu bulan pemasangan, semua tidak ada masalah.

“Namun, papan reklame tersebut ditimpa baliho, gambar caleg dari Partai Golkar bernama Naladia Ayu Rokan, yang diduga anak Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong, tanpa pemberitahuan ke pihak kami maupun ibu Rusmanita,” kata Masril, Ahad (14/1/2024).

Dihimpit nya baliho tersebut membuat pihak Rusmanita tidak terima dan meminta solusi dari pihak Masril dan juga melaporkannya ke Bawaslu Rokan Hilir.

Masril kemudian mengerahkan tim untuk memediasi persoalan tersebut. Namun, pihak Masril kesulitan untuk menjumpai Caleg Golkar dan upaya untuk melakukan pertemuan dengan Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong yang notabene ayah dari Naladia, namun upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil.

Maka kemudian pihak Masril dan Rusmanita melaporkan hal tersebut ke Bawaslu. Bawaslu Rohil pun mengundang kedua belah pihak untuk bermusyawarah menyelesaikan persoalan ini.

“Hasil musyawarah kedua belah pihak yang ditengahi oleh anggota Bawaslu Rohil Nurmaidani, kedua belah pihak bersepakat untuk mencopot baliho caleg Golkar Naladia Ayu Rokan sehingga gambar ibu Rsmita kembali terpasang di bilboard itu di hari Rabu. Dan pencopotam baliho Naladia itu bukan dari kami, melainkan dari tim mereka sendiri, dan sudah sepakat saat itu,” kata Masril.

Namun, kata Masril, satu hari setelah baliho milik Rismanita tidak dihimpit lagi, tiba-tiba tiang
bilboard tersebut dibongkar. Dan dilakukan oleh Pemkab Rohil.

“Malam jam 9 bilboardnya dibongkar, dengan beko milik PUPR dan lewat Satpol PP (pembongkaran),” katanya.

“Mirisnya lagi, setelah dibongkar, hancur begitu saja. Tiang tersebut hanya di bongkar dan dijatuhkan di tempat yang sama. Namun karena dibongkar paksa, billboard tersebut rusak, dan tak bisa digunakan lagi,” katanya lagi.

Untuk itu, kata Masril, pihaknya menunggu itikad baik dari Pemkab Rohil until menyelesaikam persoalan tersebut bersama sama, apalagi menjelanh Pemilu 2024.

“Kita berharap pihak pemerintah mabupaten kita dudukkan persoalan ini. Kita menunggu itikad baik. Harusnya sejuk nyaman jangan gaduh,” cakapnya lagi.

Selain itu, Masril menjelaskan sempat berhembus pula isu bilboard yang dikelolanya itu tidak membayar pajak dan tanpa adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ia membantah hal itu.
Ia menjelaskan, tiang tersebut sudah ada sejak 2014 oleh CV Surya Agung dengan rekomendasi dari Camat Bangko pada masa itu. Ia juga melampirkan bukti pembayaran pajak ke Pemkab Rohil.

“Awalnya memang tiang tersebut dipergunakan untuk pemasangan baliho produk Sampoerna selama 1 tahun, mulai dari 2014 sampai 2015. Setelah itu berakhir, kami dengan senang hati membiarkan siapa saja yang memasang baliho di tiang tersebut, termasuk Pemkab Rohil pernah memasang, kita tak persoalkan, tapi kenapa kali ini seperti ini,” katanya.

“Bahkan baliho ibu Rusmanita sebulan sebelumnya dipasang tidak ada masalah, namun kenapa setelah dihimpit baliho Caleh Golkar yang disebut sebut sebagai anak Bupati terus yang mencopot kembali dari pihaknya sendiri, kok tiang kami yang dibongkar jadinya,” tukasnya.

Sementara itu, menanggapi hal itu, Ketua Pengda Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Riau, Ardiansyah Tanjung, mengutuk keras pembongkaran tiang reklame tersebut.

“Kita mengutuk keras pembongkaran ini. Dan kita akan persiapkan untuk untul melaporkan hal ini ke Polda Riau,” tukasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *